Ahad 24 May 2015 16:27 WIB
Kisruh Golkar

'Semua Parpol Ingin Dapat Kekuasaan'

Rep: c26/ Red: Angga Indrawan
Sekretaris Fraksi Golkar , Bambang Soesatyo (kanan), Inisiator Gerakan Masyarakat Sipil anti Pecah Belah Partai Politik Adhie M. Masardi (tengah) serta peserta Musyawarah Nasional Ancol, Slamet (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Sekretaris Fraksi Golkar , Bambang Soesatyo (kanan), Inisiator Gerakan Masyarakat Sipil anti Pecah Belah Partai Politik Adhie M. Masardi (tengah) serta peserta Musyawarah Nasional Ancol, Slamet (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Keputusan Partai Golkar untuk islah dinilai sebagai bentuk hasrat kekuasaan dalam kepemimpinan pemerintahan daerah. Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada Purwo Santoso, menilai fenomena itu wajar adanya.

"Partai politik memang partai yang digunakan untuk mendapatkan kekuasaan," kata Purwo saat dihubungi ROL, Ahad (24/5).

Ia menilai hal tersebut adalah sesuatu yang normal dilakukan sebuah partai politik. Mereka pasti tidak ingin kehilangan kekuasaan sehingga akhirnya menempuh jalan islah demi mengikuti pilkada yang akan digelar serentak.

Bukan hanya pada partai yang tengah berkonflik. Ia menyebut semua parpol pasti ingin mendapat kekuasaan. Bukan hanya Golkar yang tengah berkonflik kemudian sengaja islah untuk dapat kursi pemerintahan. 

"Ini berlaku di semua parpol," kata dia.

Islah dinilainya jadi jalan untuk memperoleh kesempatan bersaing dalam Pilkada. Sebab bagaimanapun partai yang berkonflik tidak boleh mendaftar untuk ikut gelaran pemilihan pemimpin daerah yang akan diadakan Desember mendatang. Terlebih batas waktu pendaftaran yang semakin dekat.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement