Jumat 30 Jan 2015 02:01 WIB

Marwan Ajak Taiwan Kerjasama Kembangkan Kawasan Pedesaan

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar.
Foto: Antara
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar mengapresiasi program kerjasama antara pemerintah Indonesia dan Taiwan melalui Taipei Economic and Trade Officer (TETO).

Menurut Marwan, hubungan antara Indonesia dan Taiwan semakin baik sejak didirikannya perwakilan TETO di Jakarta pada 1989 lalu. Pasalnya, kehadiran TETO yang merupakan tangan kanan pemerintah Taiwan telah berhasil membangun kerjasama kedua negara berkembang baik di berbagai sektor, seperti perdagangan, investasi, pariwisata, tenaga kerja, pendidikan dan budaya.

"Kami berharap pertemuan ini dapat menjadi langkah awal untuk semakin memperkuat hubungan antara Indonesia dengan Taiwan khususnya dengan Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi," ungkap Marwan, saat menerima Duta Besar Taiwan, Lian-Jen Chang, di kantornya, Kamis (29/1).

Beberapa waktu, lanjut Marwan, pihaknya telah melihat langsung proyek Technical Assistance yang dibangun pemerintah Taiwan melalui International Cooperation and Development Foundation (ICDF) dalam hal mengembangankan usaha pertanian, yang terletak di Desa Cikarawang Kabupaten Bogor.

"Proyek tersebut tentu sangat membantu dalam rangka pengembangan pertanian yang dapat bermanfaat untuk warga desa setempat," kata politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.

Marwan mengusulkan agar kerjasama Indonesia dengan Taiwan lebih ditingkatkan, terutama kerjasama dalam pengembangan kawasan perdesaan di sejumlah bidang. Misalnya, di bidang sosial budaya kita bisa berbagi informasi dan tukar pengalaman dalam mengembangkan dan membangun desa yang meliputi.

"Peluang dukungan beasiswa bagi kalangan muda desa Indonesia, pertukaran antar petani, peningkatan pengetahuan tentang pertanian, pengembangan desa berbasiskan produk unggulan dan peningkatan kapasitas pengembangan dan penataan kawasan pedesaan bagi staf kementerian," katanya.

Dubes Taiwan Lian-Jen Chang, menyambut positif usulan tersebut. Dia menyatakan kesediannya untuk mengembangkan kerjasama di kawasan perdesaan. "Kami sangat mengapresiasi usulan kerjasama ini, nanti kita adakan MoU, tentang apa saja yang bisa kami bantu untuk urusan pedesaan," tutur Duta Chang.

Menanggapi soal beasiswa, Dubes Chang langsung menawarkan Marwan program beasiswa untuk staf di kementerian desa selama enam bulan. Bahkan ia mengundang Mendes untuk studi banding ke Taiwan. "Saya undang staf pak menteri untuk mengikuti short course di Taiwan," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement