Rabu 12 Dec 2018 16:22 WIB

Iriana Ajak Pelajar Dialog Soal Narkoba, Bully, dan Hoaks

Iriana Jokowi memberi hadiah laptop kepada pelajar yang menjawab pertanyaannya.

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Ratna Puspita
Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengunjungi PAUD Ekadyasa, Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Rabu (12/12).
Foto: Humas Pemprov Lampung
Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengunjungi PAUD Ekadyasa, Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Rabu (12/12).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengajak beberapa pelajar berdialog mengenai bahaya narkoba, bullying, dan hoaks di Graha Adora, Pesawaran, Lampung, Rabu (12/12). Para pelajar yang memadati gedung tersebut mendapat pengarahan dari Ibu Iriana Jokowi mengenai bahaya narkoba bagi generasi muda.

Dalam kunjungannya di beberapa tempat di Provinsi Lampung, Ibu Negara Iriana Jokowi didampingi Ibu Wakil Presiden Mufida Jusuf Kalla, dan Ketua Tim Penggerak PKK yang juga Istri Gubernur Lampung Aprilani Yustin Ficardo. Sebelumnya, Ibu Iriana mengunjung PAUD Ekadyasa, Natar, Lampung Selatan, Rabu (12/12) pagi.

Sejumlah pelajar dari berbagai sekolah di Lampung memadati gedung Graha Adoramenanti kedatangan Ibu Negara Iriana dan juga Ibu Wapres Mufida Jusuf Kalla. Setelah memberikan pengarahan dan sosialisasi soal bahaya mengonsumsi dan mengedarkan narkoba bagi pelajar dan juga generasi penerus bangsa, Ibu Negara melakuan dialog dengan perwakilan siswa.

“Pasti anak-anak sudah mendapat pengarahan soal narkoba. Kalau sudah pernah, ibu mau tanya apakah ciri-ciri orang yang menggunakan narkoba?” kata Ibu Iriana di hadapan para pelajar anak SD, SMP, MTs, dan santri pesantren.

Pertanyaan Ibu Negara mendapat sambutan antusias pelajar yang ingin menjawabnya. Nyaris semua pelajar mengangkat tangan untuk menjawab pertanyaan Ibu Negara. 

Namun, Ibu Negara menunjuk seorang yang harus menjawabnya. Setelah mendengar jawaban siswa tersebut benar, Ibu Iriana memberikan hadiah berupa laptop dan hadiah lainnya.

Kegiatan sosialisi bahaya narkoba, bullying, dan hoaks tersebut digagas organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (Oase). Para pelajar mendapatkan pengetahuan dan wawasan mengenai bahaya narkoba, dampak bullying bagi pelajar, dan berita hoaks yang belakangan lagi marak. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement