Ahad 04 Jun 2017 22:55 WIB

Sukabumi Antipasi Munculnya Pengemis dan Pengamen Baru

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Ilham
Pengemis musiman. Ilustrasi
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Pengemis musiman. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Pemkot Sukabumi berupaya mengantisipasi datangnya pengemis dan pengamen menjelang datangnya lebaran. Pasalnya, pada momen tersebut biasanya jumlah pengemis dan pengamen di jalanan semakin banyak dibandingkan biasanya.

Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah (Perda) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Sukabumi, Sudrajat mengatakan, penambahan jumlah pengemis dan pengamen jalanan di pekan pertama bulan puasa mulai terlihat di beberapa titik. "Dikhawatirkan mendekati lebaran jumlahnya akan bertambah banyak dan menganggu ketertiban,’’ kata dia.

Oleh karena itu, lanjut Sudrajat, pemkot secara rutin akan melakukan pengawasan dan penertiban. Harapannya, keberadaan pengemis dan pengamen ini bisa ditekan. Sudrajat menerangkan, para pengemis yang terlihat saat ini merupakan wajah lama yang kembali ke jalanan. Biasanya, mereka meminta-minta kepada pengendara kendaraan di perempatan lampu merah maupun lokasi permukiman warga.

Informasi yang diperoleh Sudrajat, sebagian pengemis ini bukan merupakan warga Kota Sukabumi. Mereka berasal dari luar daerah yang sengaja melakukan aktivitas mengemis di perkotaan. Misalnya, berasal dari Kabupaten Sukabumi, Cianjur, dan Bogor.

Diprediksi, jumlah pengemis ini akan semakin banyak menjelang hari raya Idul Fitri. Peningkatannya diperkirakan sekiar 20 persen dibandingkan hari-hari biasa. Keberadaannya terutama berada di sekitar pusat keramaian kota.

Lebih lanjut Sudrajat mengatakan, pemkot juga mengawasi mulai munculnya pengamen jalanan. Saat ini, pengamen mendatang lokasi pasar, tempat kuliner, dan masuk ke dalam angkutan kota.  Kondisi ini dapat menganggu kenyamanan warga.

Salah seorang warga Kota Sukabumi, Hendra (43 tahun) mengatakan, keberadaan pengamen menjelang lebaran biasanya meningkat. Terutama pengamen yang seringkali naik ke dalam angkot yang penuh dengan penumpang.

"Terkadang penampilan pengamen cukup menyeramkan dan penumpang menjadi takut,’’ ujar dia. Oleh karena itu, ia meminta pemerintah atau aparat kepolisian untuk menertibkan keberadaan pengamen yang telah menggangu kenyamanan warga.

Warga lainnya, Suryani (34) mengatakan, keberadaan pengemis di kota cukup memprihatinkan. Dari pantaunanya, ada pengemis yang membawa anak yang masih kecil atau balita ke jalanan. Padahal, hal tersebut sangat membahayakan bagi keselamatan anaknya.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement