Kamis 30 Jun 2011 19:28 WIB

Oknum Densus Jadi tersangka Pelaku Penembakan

Pistol/ilustrasi
Pistol/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID,  SERANG - Oknum anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Brigadir Herlambang ditetapkan sebagai tersangka penembakan Satibi (38) warga Desa Pasanggrahan, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang.

Kepala Kepolisian Resor Serang Ajun Komisaris Besar Krisnandi, Kamis, mengatakan, pihaknya telah menetapkan oknum anggota Densus 88 yang bertugas di Mabes Polri Jakarta menjadi tersangka, karena diduga menembak betis kaki kiri karyawan PT MMS.

Peristiwa penembakan terhadap Satibi Rabu (29/6), pukul 13.00 WIB, di Desa Batu Kuwung, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang. Penembakan itu, kata dia, pihaknya sangat menyayangkan oknum polisi begitu mudah menembak warga. Seharusnya, kata dia, masalah apapun bisa dilakukan dengan cara musyawarah. "Kami sama sekali tidak membenarkan jika anggota polisi main tembak, karena pistol itu hanya digunakan saat mengejar penjahat," katanya.

Ia juga mengatakan, tersangka akan diproses secara hukum dengan pasal yang disangkakan penganiayaan, walaupun pelaku melakukan penembakan dengan menggunakan pistol.

Saat ini, kata dia, pihaknya sudah mendatangi keluarga korban, termasuk pembiayaan pengobatan yang akan ditanggung oleh Densus 88 Mabes Polri. "Kami juga sudah berkoordinasi dengan Densus 88 Mabes Polri dan menanggung seluruh biaya pengobatan," katanya. Ia menjelaskan, berdasarkan pengakuan tersangka Brigadir Herlambang bahwa dirinya terpaksa menembak korban karena terdesak setelah teman korban membawa senjata tajam.

Namun, kata dia, pengakuan tersangka baru sepihak dan korban belum dimintai keterangan. "Kalau korban sudah sembuh nanti kami akan melakukan pemeriksaan terhadap rekan korban yang saat kejadian berada di lokasi. Apakah benar memang rekan korban membawa senjata tajam atau tidak," katanya menjelaskan.

Sementara Sanusi, saksi yang berada di lokasi tempat kejadian perkara (TKP) mengatakan, dirinya membantah membawa senjata tajam. "Kami tidak membawa senjata tajam dan merasa heran jika dikaitkan kami membawa senjata. Ini informasi yang menyesatkan," katanya.

Sementara itu, Satibi kini sudah dioperasi betis kakinya yang tertembak untuk mengeluarkan proyektil yang masih bersarang.

Saat ini, korban sudah dipindahkan ke ruangan Paviliun RSUD Serang. "Mudah-mudahan kakak saya tidak luka serius dan secepatnya bisa sembuh sehingga kembali berkumpul bersama keluarga," kata Muhdi, seorang adik korban saat menunggu di RSUD Serang.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement