Jumat 10 Mar 2023 16:06 WIB

Dukung Energi Terbarukan, Setpres Resmikan SPKLU di Istana Bogor

Penggunaan kendaraan listrik di lingkungan Istana Bogor dilakukan bertahap.

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Fuji Pratiwi
Peresmian SPKLU di lingkungan Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (10/3/2023).
Foto: Republika/Dessy Suciati Saputri
Peresmian SPKLU di lingkungan Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (10/3/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Kepala Sekretariat Kepresidenan Heru Budi Hartono meresmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (10/3/2023).

"Hari ini, 10 Maret 2023, dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, saya resmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau SPKLU di Istana Kepresidenan Bogor," kata Heru saat peresmian di Istana Kepresidenan Bogor.

Baca Juga

Heru mengatakan, penggunaan kendaraan listrik di lingkungan Istana Kepresidenan ini untuk mendukung pembangunan energi terbarukan. Ia menyampaikan terima kasih kepada jajaran PLN dalam membangun energi terbarukan.

Ia pun mengapresiasi PLN yang telah mendukung program pemerintah untuk mencapai zero emmision. Selain Istana Kepresidenan Bogor, pembangunan fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) ini secara bertahap juga akan dilakukan di Istana Cipanas, Istana Yogyakarta, dan juga Istana Tampaksiring Bali.

Menurut Heru, penyediaan fasilitas SPKLU ini akan menguntungkan bagi PLN. "Apa pun namanya, pasti PLN untung nih Pak, pasti untung, energi terbarukan menggunakan SPKLU. Bayarnya ke PLN juga menggunakan listrik. Jadi PLN untung banyak dan menang terus," ujar Heru.

Heru mengatakan, penggunaan kendaraan listrik di lingkungan Istana Kepresidenan Bogor akan dilakukan secara bertahap. Nantinya, kata dia, pemerintah menargetkan untuk menggunakan 100 persen kendaraan listrik di Ibu Kota Nusantara.

"Masih sedikit, tapi nanti bertahap kita coba. Kan nanti targetnya kita tidak di sini, tetapi nanti targetnya di IKN kita semuanya listrik. Mungkin konsep ke depannya yang kita utamakan di sana," ungkap Heru.

Dalam kesempatan ini, Heru pun mengapresiasi Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dan jajaran PLN yang membantu melakukan revitalisasi kelistrikan di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta. Menurut dia, revitalisasi kelistrikan di Istana Jakarta baru dilakukan setelah 30 tahun.

"Istana Jakarta itu tidak pernah direvitalisasi kelistrikannya, kurang lebih 30 tahun, baru zaman Pak Darmawan. Sekali lagi apresiasi buat pak Darmawan. Zaman beliau melakukan revitalisasi PLN di Istana Jakarta," kata Heru.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement