Sabtu 04 Feb 2023 18:29 WIB

Epidemiolog: Kadar Antibodi Tertinggi Ditemukan pada Warga yang Sudah Dapatkan Booster

Fakta ini ditemukan berdasarkan serologi survei nasional terakhir.

Red: Andri Saubani
Vaksinator menyuntikkan vaksin Covid-19 booster kedua atau dosis keempat di UPT Puskesmas Sukagalih, Jalan Mulyasari, Sukajadi, Kota Bandung. Hasil serologi survei terakhir menunjukkan kadar antibodi covid tertinggi ditemukan pada warga yang sudah mendapatkan dosis booster. (ilustrasi)
Foto: Republika/Abdan Syakura
Vaksinator menyuntikkan vaksin Covid-19 booster kedua atau dosis keempat di UPT Puskesmas Sukagalih, Jalan Mulyasari, Sukajadi, Kota Bandung. Hasil serologi survei terakhir menunjukkan kadar antibodi covid tertinggi ditemukan pada warga yang sudah mendapatkan dosis booster. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM-UI), Pandu Riono mengemukakan, hasil serologi survei nasional terkini menunjukkan kadar antibodi tertinggi terdapat pada masyarakat yang telah menerima vaksinasi Covid-19 dosis penguat atau booster. Semakin lengkap dosis vaksin, maka semakin kuat perlindungannya dari sakit berat hingga kematian akibat SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. 

"Kalau mau tetap terlindung, usahakan dengan melengkapi vaksinasi sampai booster, sebab hasil serosurvei menunjukkan distribusi kadar antibodi yang tertinggi," kata Pandu Riono di Jakarta, Sabtu (4/2/2023).

Baca Juga

Ia mengatakan, serosurvei terkini yang bergulir pada Januari 2023 di 34 provinsi dan 99 kabupaten/kota di Indonesia menunjukkan 99 persen penduduk Indonesia telah memiliki antibodi Covid-19. Data itu didapatkan berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap sampel darah dan wawancara yang diwakili 16.286 (94 persen) responden yang sama dari dua kegiatan serupa sebelumnya, pada Desember 2020 dan Juli 2022.

Level antibodi yang dimiliki masyarakat dilaporkan meningkat sebesar 1,5 kali sejak Juli 2022 sebesar 2.095 menjadi 3.207. Meski antibodi masyarakat Indonesia relatif tinggi, kata Pandu, tapi setiap individu memiliki lebar kadar yang bervariasi.

 

"Virus masih ada, dan terus bermutasi. Maka pilihannya, siapkan antibodi yang andal dalam efek perlindungan, yaitu yang tertinggi (booster)," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement