Rabu 01 Feb 2023 12:51 WIB

Pj Gubernur DKI: 140 Ribu Ibu Hamil Kekurangan Gizi

Pj Gubernur DKI Heru Budi sebut ada 140 ribu hamil mengalami kekurangan gizi.

Rep: Haura Hafizhah/ Red: Bilal Ramadhan
Ibu hamil (ilustrasi). Pj Gubernur DKI Heru Budi sebut ada 140 ribu hamil mengalami kekurangan gizi.
Foto: www.pixabay.com
Ibu hamil (ilustrasi). Pj Gubernur DKI Heru Budi sebut ada 140 ribu hamil mengalami kekurangan gizi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengatakan terdapat 140 ribu ibu hamil yang kekurangan gizi di DKI Jakarta. Sehingga ia mengimbau agar ibu hamil terus memeriksa kehamilannya ke puskesmas.

"Jadi, total hari ini, berdasarkan informasi dari kepala dinas kesehatan, kurang lebih ada 140 ribu ibu hamil yang kekurangan gizi. Saya imbau, ibu-ibu yang hamil tolong jangan malas, konsisten untuk memeriksa kehamilannya ke puskesmas dan posyandu. Kami dengan Kemenkes langsung bisa intervensi jika ibu hamil tersebut kekurangan gizi," kata Heru di Balai Kota, Jakarta Pusat pada Rabu (1/2/2023).

Baca Juga

Kemudian, ia melanjutkan ibu hamil harus disiplin dengan menjaga kesehatan dan mengecek kehamilannya secara rutin ke puskesmas. Sebab, jika sudah melahirkan tidak ada lagi yang bisa dicegah.

"Pencegahan yang paling mudah dan paling murah kan di posisi saat ibu hamil," kata dia.

Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan ibu hamil itu risiko stuntingnya paling tinggi sebelum melahirkan dan grup bayi 6 sampai 24 bulan. Karena di situ bayi butuh makanan tambahan di luar ASI dan itu kebutuhannya spesifik harus ada protein hewani seperti telur, ikan, susu, daging ayam atau daging sapi.

"Nah, kita sudah duduk dengan pak Gubernur, gimana kita mengeksusi program ini, spesifik ke ibu-ibu jangan sampai saat hamil dia anemia dan kurang gizi," kata dia.

Ia menambahkan tinggal nanti akan sama-sama identifikasi, ibu hamil di Jakarta dimana saja. Sebab, ada ibu hamil yang warga Jakarta, ada juga yang bukan warga Jakarta.

"Ada juga ibu hamil yang tahun lalu belum warga Jakarta. Sekarang tahu-tahu warga Jakarta. Itu juga saya baru belajar. Ternyata, pak Gubernur susahnya lebih banyak tapi pak Gubernur bilang semua kita bantu," kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement