Senin 30 Jan 2023 14:29 WIB

Seorang Anak Lolos dari Dugaan Percobaan Penculikan, Pelaku Sempat Kejar Korban

Terduga penculikan sempat merekam korban menggunakan ponsel pintarnya.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Agus raharjo
Ilustrasi Penculikan anak
Foto: Republika/Mardiah
Ilustrasi Penculikan anak

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Seorang anak berusia sembilan tahun berinisial EHP di Kecamatan Danunegaran, Mantrijeron, Kota Yogyakarta lolos dari dugaan percobaan penculikan. Kejadian sekitar pukul 14.00 WIB pada 23 Januari 2023 lalu tersebut, terjadi di depan rumah korban.

Ibu korban, Susi Kartiningsih (39 tahun) menuturkan, terduga pelaku terdiri dari dua orang yakni laki-laki dan perempuan yang mengendarai satu sepeda motor. Bahkan, salah satu terduga pelaku sempat mengejar korban yang baru duduk dikelas tiga Sekolah Dasar (SD) tersebut hingga ke depan pintu rumah.

Baca Juga

 

"Saking ketakutan, anak saya lari masuk rumah sambil ketakutan dan nangis, bilang 'uti-uti, ibu aku dikejar orang itu'. Panik masuk rumah, posisi sandal masih dipakai. Si pelaku perempuan tadi yang pakai jilbab warna pink, ngejar anak saya sampai depan rumah," kata Susi kepada Republika.co.id, Senin (30/1/2023).

 

Menurut Susi, waktu itu ia tengah menidurkan anaknya yang paling kecil di dalam rumah. Ia sebelumnya juga sempat mengajak EHP untuk ikut tidur siang, namun EHP tidak mau karena tidak merasa kantuk.

EHP pun izin kepada ibunya untuk bermain bersama temannya, yang rumahnya tidak jauh dari rumah korban. Namun, EHP tidak dapat bermain bersama temannya karena mendapati temannya tersebut juga tengah tidur siang saat ia sampai di rumah temannya.

"Jadi anak saya pulang dan main sendirian di depan rumah," lanjutnya.

Kemudian, ada pengendara motor yang diduga pelaku berhenti sekitar 20 meter dari lokasi EHP bermain. Terduga pelaku dikatakan sempat merekam korban menggunakan ponsel pintarnya, dan melambaikan tangan kepada korban.

"Entah merekam video apa mengambil foto anak saya agak lumayan lama, sambil melambai tangan ke arah anak saya agar mau mendekat. Lalu anak saya merasa tidak kenal, anak saya tidak mau nyamperin, hanya geleng-geleng kepala," ujar Susi.

Merasa tidak kenal, EHP pun tidak mau mendekat ke tempat terduga pelaku. Namun, salah satu terduga pelaku mencoba untuk menyamperi korban, yang mana membuat korban langsung lari ketakutan.

"Yang si laki-laki masih standby di atas motor. Berhubung neneknya kebetulan berada di luar rumah, jadi tahu orang yang mengejar anak saya dan (nenek korban) teriak memanggil bapak saya, kakeknya," jelas Susi.

Mendengar teriakan nenek korban, maka kakek korban pun langsung mengejar pelaku. Namun, terduga pelaku yang menggunakan sepeda motor langsung pergi ke arah barat dari rumah korban.

"Sampai pos kamling, mereka sempat berhenti di sana. Selang beberapa menit, sepasang orang tadi balik lagi ke timur melewati rumah saya, dan kakeknya masih berdiri di pinggir jalan kampung depan rumah mengawasi sepasang orang tadi," tambahnya.

"Lalu kakeknya nyamperin sepasang orang itu, mau menegur kenapa cucunya ketakutan dikejar. Tapi sebelum kakeknya sampai, sepasang orang tadi sudah buru-buru pergi ke arah utara perempatan timur rumah saya," kata Susi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement