Senin 23 Jan 2023 15:35 WIB

Pasar Mapia Dibakar Warga yang Marah Imbas Penembakan Personel Polres Dogiyai

Tiga polisi diperiksa Propram Polres Nabire terkait tewasnya Yulianus Tebai.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Anggota Brimob berjaga saat para tersangka kerusuhan digiring polisi (ilustrasi)
Foto: ANTARA/Olha Mulalinda
Anggota Brimob berjaga saat para tersangka kerusuhan digiring polisi (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA -- Kapolres Dogiyai, Kompol Samuel Tatiratu menyebut, sebanyak 150 warga mengungsi ke Nabire menggunakan 16 kendaraan, termasuk truk. Mereka yang mengungsi sejak Ahad (22/1/2023) malam WIT, sebelumnya bermukim di Distrik Mapia.

Warga khawatir dengan situasi keamanan usai terjadi aksi pasang palang dan pembakaran Pasar Mapia, Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua yang terjadi pada Sabtu (21/1/2023). Warga yang memilih bertahan jika malam tiba akan mengamankan diri ke Polsek dan Koramil Mapia.

Menurut Samuel, saat ini, situasi keamanan di Distrik Mapia berangsur-angsur kondusif. Meski begitu, personel TNI dan Polri masih terus berjaga-jaga.

"Secara keseluruhan situasi keamanan sudah relatif kondusif. Namun, masyarakat tetap ingin keluar dari Mapia sehingga pihaknya tidak bisa menghalangi dan membantu dengan melakukan pengawalan," kata Samuel dihubungi dari Kota Jayapura, Papua, Senin.

Disinggung sudah ada yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penembakan yang menewaskan Yulianus Tebai (30 tahun), Samuel mengaku belum memonitornya. Hal itu karena kasus tersebut kini ditangani Polres Nabire.

Samuel menjelaskan, ada tiga personel Polres Dogiyai yang diperiksa Propam Polres Nabire terkait insiden tertembak warga di Distrik Mapia. Pemeriksaan masih terus dilakukan untuk mengetahui siapa pelaku penembakan terhadap korban Yulianus, yang terjadi sesaat setelah aksi pasang palang oleh sekelompok pemuda yang dalam pengaruh minuman keras.

Menurut Samuel, korban Yulianus meninggal akibat luka tembak yang dialaminya, diduga dilakukan pelaku dari truk melintas yang mengangkut polisi. Akibat penembakan tersebut, massa mengamuk sehingga melakukan tindakan anarkistis dengan membakar 39 kios di Pasar Mapia serta merusak satu unit truk.

"Selain itu, massa dilaporkan menyerang dua orang supir truk hingga cedera akibat luka tikam dan terkena panah," ujar Samuel.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement