Sabtu 03 Sep 2022 17:06 WIB

Wagub Audy: Industri Peternakan Terus Bertumbuh di Era 4.0

Wagub Sumbar menyebut ruang bagi industri peternakan di Indonesia masih terbuka luas

Wakil Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Audy Joinaldy saat menjadi keynote speaker dalam Workshop Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) yang digelar Fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas Tadulako (Fapetkan Untad).
Foto: Pemprov Sumbar
Wakil Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Audy Joinaldy saat menjadi keynote speaker dalam Workshop Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) yang digelar Fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas Tadulako (Fapetkan Untad).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Ruang bagi industri peternakan di Indonesia masih terbuka luas. Peluang ini terus bertumbuh disebabkan oleh faktor-faktor yang meliputi pertumbuhan populasi yang teratur, pendapatan kelas menengah yang terus meningkat, urbanisasi, hingga harga daging yang cukup terjangkau dibandingkan jenis pangan lainnya.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Audy Joinaldy saat menjadi keynote speaker dalam Workshop Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) yang digelar Fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas Tadulako (Fapetkan Untad). Bertempat di Ballroom Hotel Santika Palu pada Kamis (1/9/2022), workshop bertema Entrepreneurship Peternakan Milenial ini dihadiri lebih dari 150 peserta mahasiswa hingga akademisi Untad.

Baca Juga

Dalam workshop yang dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Untad, Sagaf, Wagub Audy yang juga akademisi Sekolah Bisnis IPB & Fakultas Peternakan UGM memaparkan edukasi dunia kewirausahaan di era 4.0 serta kaitannya dengan kondisi peternakan di Indonesia.

photo
Wakil Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Audy Joinaldy saat menjadi keynote speaker dalam Workshop Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) yang digelar Fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas Tadulako (Fapetkan Untad). - (Pemprov Sumbar)

“Saat ini pertumbuhan lapangan pekerjaan yang tersedia tidak sebanding dengan banyaknya lulusan pendidikan tinggi sehingga banyak pekerjaan abad 20 yang perlahan-lahan digantikan oleh pekerjaan baru yang berbasis teknologi 4.0,” ujarnya.

Oleh karena itu, wirausaha melalui proses mengidentifikasi dan pengembangan visilah yang menurutnya mampu menjawab tantangan tersebut. Audy mengatakan visi bisa berupa ide inovatif, peluang, serta cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Sementara hasil akhir dari proses itu adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi risiko atau ketidakpastian.

Dalam dunia peternakan di Indonesia, Audy mengatakan, nilai perputaran uang mencapai Rp 350 triliun dengan PDB dari sektor peternakan sebesar 1,57% dan menyerap 3,84 juta tenaga kerja.

Sedangkan tantangan di dunia peternakan saat ini meliputi globalisasi, keterbatasan sumber daya, kesejahteraan hewan, perubahan iklim, kelebihan pasokan yang menimbulkan ketidakstabilan harga, penyakit menular antarhewan, kualitas pangan, serta standar manajemen perkandangan dan minimnya fasilitas pemrosesan.

"Namun dengan pesatnya perkembangan teknologi yang membantu menjawab tantangan tersebut ditambah besarnya peluang pertumbuhan industri peternakan, kawasan perdesaan sebagai tumpuan ekonomi akan semakin jauh berkembang," tutur Wagub.

Usai pemberian materi, acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antar pemateri dan peserta kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan MoU antara Rusdin selaku dekan Fapetkan dengan pemateri. Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan sertifikat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement