Selasa 19 Jul 2022 20:07 WIB

Kendaraan Pribadi Kini Dilarang Parkir di Kawasan Objek Wisata Kota Tua

Kendaraan pribadi yang berkunjung ke Kota Tua diarahkan ke Kota Intan.

Pengunjung saat berwisata di kompleks Kota Tua, Jakarta.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Pengunjung saat berwisata di kompleks Kota Tua, Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) melarang masyarakat memarkirkan kendaraan pribadi di kawasan objek wisata Kota Tua. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Jakbar, Imron, meminta setiap kendaraan pengunjung menuju Kota Tua untuk diarahkan ke area parkir di lokasi binaan (lokbin) Kota Intan, termasuk di Kali Besar Barat.

"Jadi di kawasan Kota Tua tidak terdapat lagi parkir kendaraan," kata Imron saat ditemui di Jakarta, Selasa (19/7/2022).

Baca Juga

Pemkot Jakbar juga mengarahkan Unit PelaksanaTeknis (UPT) parkir agar jam operasional parkir di area lokbin Kota Intan tidak hanya sampai pukul 18.00 WIB. Pemkot Jakbar mengimbau agar jam operasional parkir di lokbin Kota Intan ditambah hingga pukul 23.00 WIB. Hal ini dalam rangka nantinya mengakomodasi pengunjung atau wisatawan yang ingin mencicipi kuliner atau membeli suvenir UMKM di Kota Intan.

"Tadi sudah disanggupi bahwa nanti akan dbuatkan shift kerja bagi para petugas parkir yang berjaga di sana," ujar Imron.

 

Sebelumnya, Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) menyatakan proses revitalisasi kawasan wisata Kota Tua untuk mengurangi aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKL) dan parkir liar di lokasi tersebut. Sekretaris Kota Pemkot Jakarta Barat, Iin Mutaminah mengatakan bahwa selama ini banyak PKL liar yang berdagang di sepanjang trotoar Kota Tua sehingga menyebabkan tempat bagi para pejalan kaki semakin menyempit di kawasan objek wisata tersebut.

Selain itu, tidak jarang keberadaan PKL dan parkir liar justru menimbulkan kemacetan di kawasan tersebut. Maka dari itu, Pemkot Jakbar tengah gencar merevitalisasi di beberapa sisi jalan Kota Tua.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement