Kamis 21 Apr 2022 09:27 WIB

Bima Ingin Perluas Kegiatan Bogor Mengaji kepada Anak Muda

Bogor Mengaji tak hanya menyasar lansia, juga anak muda yang tak bisa baca Alquran.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto di Balai Kota Bogor, Ahad (25/7).
Foto: Republika/Shabrina Zakaria
Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto di Balai Kota Bogor, Ahad (25/7).

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto menyasar kegiatan Bogor Mengaji dapat diikuti oleh ribuan anak muda agar menghasilkan generasi masa depan yang gencar belajar Alquran. "Sekarang kebanyakan orang tua (lansia), tahun depan kita upayakan masuk ke anak-anak muda," kata Bima di Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (21/4/2022).

Dia mengatakan, program Bogor mengaji adalah program pemberdayaan masyarakat dalam rangka menuntaskan buta aksara Alquran di Kota Hujan. Ke depan, program tersebut tidak hanya menyasar warga lanjut usia (lansia) yang sudah di wisuda sebanyak 1.500 orang, tetapi juga anak muda yang belum bisa membaca Alquran.

Ribuan lansia telah diwisuda Bima Arya secara simbolis Tuntas Mengaji (Tasmi) di Indoor GOR Pajajaran Kota Bogor, Selasa (19/4/2022). Bima menyampaikan, komitmen anggaran bersama DPRD Kota Bogor diharapkan bisa menguatkan agar ada angkatan-angkatan program Bogor Mengaji berikutnya.

"Mungkin jika tenaga pengajar yang dilibatkan lebih banyak dan ada pembiayaan lagi, maka peserta akan lebih banyak lagi. Adapun para pengajar yang terlibat adalah para ustadz ustadzah di bawah koordinasi Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Bogor dan jaringan pesantren," ujar Bima.

 

Kepala Bagian Kemasyarakatan Setda Kota Bogor, Adi Novan menambahkan, sejak awal program Bogor Mengaji digulirkan minat masyarakat terlihat cukup banyak. Hal itu dikarenakan keterbatasan anggaran dan tenaga pengajar, maka jumlah warga yang ingin menjadi peserta diseleksi dan harus dibatasi.

"Target awal dari Program Bogor Mengaji adalah 30 santriwan-santriwati setiap kelurahan dengan total 2.040 peserta, seiring waktu berkurang jadi 1.500 peserta. Untuk angkatan kedua yang direncanakan pada Juli 2022 pasca Idul Fitri, jumlah peserta ditargetkan sebanyak 2.040 dengan tujuan untuk memaksimalkan," kata Adi.

Dia akan berusaha terkait arahan Wali Kota Bima agar program tersebut menyasar anak muda di Kota Bogor dilakukan secara bertahap. "Ke depan Insya Allah kita akan masuk ke segmen remaja dan anak muda," ucap Adi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement