Kamis 03 Mar 2022 18:35 WIB

Pastikan Keamanan WNI, Prabowo Kontak Kemenhan Rusia

Prabowo memastikan proses evakuasi WNI dari Ukraina berjalan aman

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Nur Aini
Menhan RI, Prabowo Subianto, terus berkoordinasi dengan Kemenhan Rusia agar proses evakuasi WNI dapat terus berjalan dengan aman.
Foto: Antara/Fikri Yusuf
Menhan RI, Prabowo Subianto, terus berkoordinasi dengan Kemenhan Rusia agar proses evakuasi WNI dapat terus berjalan dengan aman.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Warga negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Ukraina telah tiba di Tanah Air dan disambut oleh Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI), Retno Marsudi, dan Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) RI, Muhammad Herindra. Pada kesempatan itu disebutkan, Menhan RI, Prabowo Subianto, terus berkoordinasi dengan Kemenhan Rusia agar proses evakuasi WNI dapat terus berjalan dengan aman.

"Pada kegiatan evakuasi ini Pak Menhan Prabowo Subianto selalu berkoordinasi dengan Bu Menlu. Dan Menhan, Pak Prabowo Subianto, berupaya untuk selalu kontak dengan via Kemenhan Rusia agar proses evakuasi yang dilakukan selain ini berjalan dengan aman sehingga WNI akan tetap terjamin keamanannya," ujar Herindra saat memberikan pernyataan kepada pers, Kamis (3/3/2022).

Baca Juga

Sebanyak 83 warga negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Ukraina tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Kamis (3/3/2022), pukul 17:13 WIB. Mereka dijemput menggunakan pesawat Garuda Indonesia 7730. Ke-83 WNI tersebut dijemput di Rumania setelah sebelumnya dievakuasi dari Ukraina.

Dari Bandara Henri Coanda di Bukares, pesawat Garuda Indonesia yang menjemput para WNI sempat melakukan transit di Bandara Muhammad bin Abdul Aziz di Madinah, Arab Saudi. Setelah itu, pesawat melanjutkan perjalanan ke Bandara Soekarno-Hatta. Ke-83 WNI tersebut akan melakukan tes kesehatan dan pemeriksaan keimigrasian di Terminal II Bandara Soekarno-Hatta.

Pada 24 Februari lalu, Rusia melancarkan serangan ke Ukraina. Itu merupakan buntut atas diabaikannya tuntutan Moskow tentang jaminan keamanan kepada Organisasi Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Salah satu tuntutan itu adalah tak dirangkulnya Ukraina menjadi anggota dalam aliansi tersebut.

Setelah serangan, beberapa negara memindahkan kedutaan besarnya dari Kiev. Tak sedikit pula negara yang mengimbau dan memerintahkan warganya untuk meninggalkan Ukraina karena potensi pecahnya pertempuran.

Baca: Ancaman Banjir Bandang, Setengah Juta Warga Sydney Diminta Mengungsi

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement