Rabu 17 Nov 2021 11:56 WIB

Wagub Tegaskan Sumur Resapan Efektif Tekan Banjir di DKI

Tina Toon dan Gembong Warsono kompak kritik Pemprov DKI bangun sumur resapan.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Pekerja menyelesaikan proyek galian sumur resapan di kawasan Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur, Selasa (16/11), yang efektif mengendalikan banjir.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Pekerja menyelesaikan proyek galian sumur resapan di kawasan Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur, Selasa (16/11), yang efektif mengendalikan banjir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menegaskan, sumur resapan di Ibu Kota efektif menekan banjir, khususnya dalam dua tahun terakhir. "Sudah dilihat, sudah dirasakan dua tahun ini, efektivitas sumur resapan cukup baik," kata Riza di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat (Jakpus), Rabu (17/11).

Dia menanggapi kritikan dari beberapa anggota Fraksi PDIP DPRD DKI yang menyebut sumur resapan tak berguna. Riza menuturkan, sumur resapan sudah lama dikerjakan, dan bukan baru era Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI sekarang yang mengerjakannya.

Baca Juga

"Perlu diketahui program sumur resapan ini program yang sudah dilaksanakan sebelum sebelumnya, bukan hanya di zaman sekarang saja dan program ini sangat baik membantu mempercepat genangan air segera surut," kata Riza.

Ketua DPD Partai Gerindra DKI itu mengatakan, semua program termasuk penanganan banjir di Jakarta dievaluasi dan didiskusikan bersama DPRD DKI. Selain itu, program tersebut direncanakan dengan baik oleh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan kemudian disetujui bersama legislatif.

Program tersebut, lanjut dia, dapat ditolak, ditambah atau dikurangi tergantung pembahasan dengan para wakil rakyat. "Dalam dua tahun ini, terasa manfaat dari sumur resapan. Namun demikian kami menghormati pendapat teman-teman di dewan, nanti silahkan dibahas, didiskusikan di komisi terkait," ucap Riza.

Dalam pemandangan umum Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta terkait Rancangan Perda DKI tentang APBD 2022 di gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakpus, Selasa (16/11), mengkritik kebijakan penanggulangan banjir. Pandangan Fraksi PDI Perjuangan itu disampaikan anggota Komisi A DPRD DKI Agustina Hermanto.

Salah satu yang dikritik adalah proyek sumur resapan dan merekomendasikan untuk dihapus. "Program-program yang tidak jelas seperti sumur resapan, kami rekomendasikan untuk dihapus dan anggarannya dilimpahkan untuk normalisasi sungai," kata mantan artis cilik yang dikenal dengan nama Tina Toon itu.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI, Gembong Warsono mengatakan, pihaknya menolak usulan anggaran sebesar Rp 100 miliar lebih yang akan digunakan untuk pembuatan sumur resapan. Penolakan itu dilakukan pada rapat Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) RAPBD 2022.

Alasannya, kata Gembong, untuk menghapus anggaran pembuatan drainase vertikal karena program itu dianggap tidak memberikan dampak dan manfaat dalam pengendalian banjir. Padahal, jumlah uang yang digelontorkan sudah sangat besar.

"Tahun ini diajukan sekitar Rp 100 miliar sekian, tidak sampai Rp 200 miliar. Pada 2021 yang besar, Rp 416 miliar kalau tidak salah. Besar kan?" ujar Gembong di gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (12/11).

Baca juga : Ditargetkan Segera, Keppres 1 Maret Jadi Hari Besar Nasional

Pompa air

Selain membangun sumur resapan, Kecamatan Cilandak di Jakarta Selatan menyiagakan mesin pompa air yang ada di wilayahnya berfungsi dengan untuk mengatasi banjir saat musim hujan melanda Ibu Kota. Pelaksana Tugas (Plt) Camat Cilandak, Djaharuddin mengatakan selain pompa air, seluruh sumur resapan juga tengah dioptimalkan untuk mengurai genangan banjir.

"Hasil di lapangan, pompa air sudah siap. Personel dan alatnya berfungsi baik untuk penanganan banjir dan genangan," kata Djaharuddin di Jakarta, Selasa.

Namun demikian, Djaharuddin tidak merinci lebih jauh jumlah pompa air yang siap digunakan untuk mengurai banjir di wilayah itu. Dia menuturkan, saat ini petugas Sumber Daya Air DKI sedang  memperbaiki sumur resapan yang berada di pinggir jalan agar tidak menjadi pemicu kecelakaan lalu lintas.

"Mengoptimalkan kan kebetulan kita wilayah yang banyak terjadi genangan di daerah Lebak Bulus. Kita coba monitor pengerjaannya dari sumur resapan yang dibuat," ujar Djaharuddin yang juga menjadi camat Mampang Prapatan itu.

Ketika ditanya adanya kerusakan pada sumur resapan sehingga memicu banjir, Djaharuddin mengatakan, belum mendapatkan informasi tersebut. Sebaliknya, menurut dia, keberadaan sumur resapan itu dapat mengurangi banjir dengan durasi waktu yang relatif cepat. Padahal, sebelum adanya sumur tersebut genangan di wilayah itu terbilang lama.

"Lebak bulus, Pondok Labu, itu kita akan perbanyak karena wilayah itu tekstur tanahnya rendah. Kemarin kita baru di daerah Pondok Labu monitor, kurang lebih ada 20 sumur resapan," kata Djaharuddin.

Baca juga : Dinsos Depok Salurkan Bansos ke 3.000 Warga Prasejahtera

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement