Rabu 06 Oct 2021 05:49 WIB

Kasus Covid-19 di Sulteng Tinggal 567

Warga diimbau tetap menerapkan protokol kesehatan.

Covid-19 (ilustrasi)
Foto: Pixabay
Covid-19 (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, PALU -- Juru Bicara Pusat Data dan Informasi (Pusdatina) Covid-19 Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Adiman menyatakan, warga yang terpapar Covid-19 di wilayah itu tersisa 567 orang. "Kasus aktif Covid-19 atau warga terpapar Covid-19 yang masih menjalani isolasi di Sulteng hari ini tinggal 567 orang atau 1,28 persen dari total warga yang terkonfimasi terpapar Covid-19 sebanyak 46.531 orang ," katanya di Kota Palu, Selasa (5/10) malam.

Ia menerangkan, 567 orang yang terpapar Covid-19 itu berada di sejumlah daerah antara lain 42 orang di Kota Palu, 37 orang di Kabupaten Banggai, 53 orang di Banggai Kepulauan (Bangkep), 51 orang di Buol, 55 orang di Donggala.Kemudian, lanjutnya, 39 orang di Morowali, 52 orang di Morowali Utara (Morut), 43 orang di Parigi Moutong (Parimo), 64 orang di Poso, 39 orang di Sigi, 51 orang di Tojo Una-Una (Touna), 55 orang di Tolitoli, dan enam orang di Banggai Laut (Balut).

"Sementara itu 44.366 pasien Covid-19 dinyatakan telah sembuh atau naik menjadi 95,35 persen dari total warga yang terpapar Covid-19 di Sulteng. Selain itu 1.568 orang dinyatakan meninggal dunia atau 3,37 persen," ujarnya.

Pada Selasa (5/10), Adiman mengatakan 75 pasien Covid-19 dinyatakan telah sembuh, 56 orang terkonfirmasi terpapar Covid-19 dan satu orang dinyatakan meninggal dunia. Adiman meminta masyarakat mendukung tim pengawas dinas kesehatan kabupaten dan kota di Sulteng yang melakukan penelusuran terhadap orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien positif Covid-19.

Selain itu, warga diimbau menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan dan penyebaran Covid-19 secara ketat. "Pencegahan yakni dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas di luar rumah. Langkah tersebut sangat penting dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran dan penularan Covid-19 di Sulteng," kata dia.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement