Selasa 03 Aug 2021 19:45 WIB

Tasikmalaya Jadi Daerah Pertama di Jawa dengan PPKM Level 2

Tasikmalaya Jadi Daerah Pertama di Jawa dengan PPKM Level 2

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Muhammad Hafil
Anak-anak bermain bola di kawasan pusat pertokoan Jalan KHZ Mustofa, Kota Tasikmalaya, Rabu (21/7). Jalan itu merupakan salah satu yang ditutup oleh Satgas Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya selama PPKM Darurat.
Foto: Bayu Adji P/Republika
Anak-anak bermain bola di kawasan pusat pertokoan Jalan KHZ Mustofa, Kota Tasikmalaya, Rabu (21/7). Jalan itu merupakan salah satu yang ditutup oleh Satgas Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya selama PPKM Darurat.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Pemerintah pusat mengapresiasi pemerintah Kabupaten Tasikmalaya di Jawa Barat yang berhasil menurunkan situasi pandemi ke level 2. Tasikmalaya pun menjadi daerah pertama di Jawa dan Bali yang kini menjalankan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2, di saat daerah lain di Jawa-Bali masih menjalankan PPKM level 3 dan 4.

"Kami apresiasi 12 kabupaten kota (di Jawa-Bali) yang turun dari level 4 ke 3 dan khususnya Kabupaten Tasikmalaya yang jadi daerah pertama di Jawa Bali dengan level di bawah 3 dan 4," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam keterangan pers, Selasa (3/8).

Baca Juga

Pemerintah juga mencatat ada 13 kabupaten/kota di Jawa Bali yang justru mengalami peningkatan status, dari level 3 ke level 4.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi memperpanjang pelaksanaan PPKM level 4 hingga 9 Agustus 2021. Sebagian besar daerah yang sebelumnya menjalankan PPKM level 4, masih perlu melanjutkan kebijakan yang sama. Pemerintah juga menyoroti 4 wilayah yang masih mencatatkan tingkat penularan tinggi, antara lain Bali, Malang Raya, Solo Raya, dan DI Yogyakarta.

"Terkait dengan perkembangan level daerah di wilayah non Jawa Bali yang belum berubah, maka diperlukan usaha sungguh-sungguh dari masyarakat dan pemerintah untuk targetkan penurunan level daerah. Manfaatkan waktu sepekan untuk memperbaiki perkembangannya," kata Wiku. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement