Senin 27 Jul 2020 16:14 WIB

RS UNS Rawat 123 Pasien Covid-19 Selama Juli

Sebanyak 90 pasien di RS UNS telah dinyatakan sembuh.

Rep: Binti Sholikah/ Red: Esthi Maharani
Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Periode 2019-2023, Jamal Wiwoho
Foto: Republika/Binti Sholikah
Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Periode 2019-2023, Jamal Wiwoho

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO - Rumah Sakit (RS) Universitas Sebelas Maret (UNS) merawat sebanyak 123 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dari 1-27 Juli 2020. Dari jumlah tersebut, sebanyak 90 pasien telah dinyatakan sembuh.

Rektor UNS, Jamal Wiwoho, mengatakan, pada Senin (27/7), RS UNS merawat sejumlah 35 pasien dengan rincian 33 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dan dua pasien masih menunggu hasil swab. Pasien-pasien tersebut dirawat di bangsal Lantai 7 dan Lantai 5 dan di Rumah Singgah RS UNS.

"Pasien tersebut terdiri dari masyarakat umum dan tenaga kesehatan," kata Jamal saat jumpa pers secara virtual, Senin.

Jamal menambahkan, selama Juli 2020 RS UNS merawat sejumlah 123 pasien positif Covid-19. Pasien yang sudah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang sebanyak 90 pasien.

 

Dia menyebut, lama perawatan rata rata (length of stay) pasien Covid-19 di RS UNS yakni 6,5 hari. Lama perawatan terpendek empat hari, sedangkan lama perawatan terlama 13 hari. "Secara kumulatif sampai hari ini RS UNS sudah merawat 141 pasien positif Covid-19," imbuhnya.

Direktur RS UNS, Hartono, menambahkan, dari jumlah pasien positif Covid-19 yang dirawat di RS UNS tersebut ada yang meninggal 2 orang. Sedangkan 90 pasien dinyatakan sembuh dan 33 pasien masih menjalani perawatan.

Terkait Rumah Singgah yang diberi nama Gedung Medical Education Reseach Centre (MER-C), Hartono menyatakan manajemen RS UNS masih melengkapi sarana prasarana. Berdasarkan buku pedoman terbaru, pasien terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala perawatannya dengan isolasi mandiri. Namun, ada klausul yang menyatakan kalau tidak bisa isolasi mandiri baru dirawat di rumah singgah.

"Salah satu terobosan yang kami ambil kami membuat rumah singgah. Sekarang ada 12 pasien di rumah singgah yang tanpa gejala," ungkap Hartono.

Di sisi lain, Laboratorium Covid-19 RS UNS telah memeriksa sejumlah 12.488 sampel uji usap (swab) secara Reserve Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). Angka tersebut merupakan jumlah kumulatif sejak RS UNS menjalankan layanan pemeriksaan swab PCR pada 13 April 2020 sampai dengan 27 Juli 2020. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.827 sampel masih dalam proses. Sampel tersebut berasal dari Kabupaten Sukoharjo, Klaten, Boyolali, Solo dan sebagian daerah lain di wilayah Jawa Tengah.

RS UNS memiliki 660 tenaga medis dan paramedis, dengan rincian, 41 dokter spesialis dan dokter gigi spesialis, 29 dokter umum, dua dokter gigi, 415 paramedis, 168 tenaga non paramedis, serta lima orang direksi.

"RS UNS senantiasa menjalankan prosedur sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan sebagai bagian dari upaya epidemiologis untuk pencegahan dan pengendalian Covid-19," kata Jamal.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement